Berkata As-syahid Al-Imam Hassan Al-Banna:
1. Sesungguhnya ramai yang mampu berkata-kata dan sedikit dari mereka yang bertahan dalam beramal dan bekerja. Ramai pula dari yang sedikit itu yang mampu bertahan di waktu beramal dan sedikit dari mereka yang mampu memikul bebanan jihad yang sukar dan berat. Para Mujahidin itu adalah angkatan terpilih yang sedikit bilangannya tetapi menjadi penolong dan menjadi Ansarullah. Adakalanya mereka tersilap tetapi akhirnya menepati tujuan sekiranya mereka diberi Inayah dan Hidayah oleh Allah.
"Sesungguhna kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendakiNya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mahu menerima petunjuk" (Al-Qashash:56)
"Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam" (Al-Ankabut:6)
2. Sesungguhnya ujian-ujian Allah adalah PROSES PENAPISAN, untuk menapis orang yang benar dan yang bohong; orang yang beriman dan Munafik; orang yang sabar dan gopoh.
"..dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir" (Ali-'Imran:141)
"Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk(munafik) dengan yang baik (mu'min). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendakiNya di antara rasul-rasulNya. Kerana itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar" (Ali-'Imran:179)
"Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antar kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ehwalmu" (Muhammad:31)
"Musa berkata kepada kaumnya:'Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakanNya kepada siapa yang dikehendakiNya dari hamba-hambaNya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa" (Al-A'Raaf:128)
3. Sesungguhnya da'wah berdiri di atas keazaman, bukan di atas kemudahan.
"Allah berfirman:'Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu), maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mu'jizat-mu'jizat); sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan)," (Asy-Syu'araa':15)
4. Orang yang beriman apabila diganggu Syaitan, mereka cepat sedar dan kembali kepada Allah.
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. Dan teman-teman mereka(orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya(menyesatkan)" (Al-A'raaf:201-202)
Wahai saudaraku, hendaklah kita tetap berada di atas Jalan Da'wah ini. Sesungguhnya janji-janjiNya adalah benar.
Saturday, November 20, 2010
Dari As-syahid Al-Imam Hassan Al-Banna
Saturday, November 13, 2010
Hakikat Jihad
Jihad merupakan puncak kekuatan dan kemuliaan Islam. Orang yang berjihad akan menempati kedudukan yang tinggi di surga, sebagaimana juga memiliki kedudukan yang tinggi di dunia Secara umum, hakikat jihad mempunyai makna yang sangat luas iaitu berjihad melawan hawa nafsu, syaitan, dan orang-orang fasik dari kalangan ahli bid’ah dan maksiat. Sedangkan menurut syara’ jihad adalah mencurahkan seluruh kemampuan untuk memerangi orang kafir. [Lihat Fathul Bari 6/77] Sehingga dapat disimpulkan, jihad itu merangkumi empat bahagian :
A)Jihad melawan hawa nafsu yang meliputi empat masalah iaitu:-
i)berjihad melawan hawa nafsu dalam mencari dan mempelajari kebenaran agama yang haq.
ii)berjihad melawan hawa nafsu dalam mengamalkan ilmu yang telah didapatkan.
iii)berjihad melawan hawa nafsu dalam mendakwahkan ilmu dan agama yang haq.
iv)berjihad melawan hawa nafsu dengan bersabar dalam mencari ilmu, beramal dan dalam berdakwah.
B)Jihad melawan syaitan yang dapat dilakukan dengan dua cara:-
i)berjihad melawan syaitan dengan menolak setiap apa yang dilancarkan syaitan yang berupa syubhat dan keraguan yang dapat mencederai keimanan
ii)Berjihad melawan syaitan dengan menolak setiap apa yang dilancarkan syaitan dan keinginan-keinginan hawa nafsu yang merosak.
C)Berjihad melawan orang-orang fasik, pelaku kezaliman, pelaku bid’ah dan pelaku kemungkaran
Jihad ini meliputi tiga tahapan iaitu:-
i)dengan tangan apabila mampu.
ii)Jika tidak mampu, maka dengan lisan
iii)jika tidak mampu juga, maka dengan hati, yang setiap kaum muslimin wajib melakukannya. Yaitu dengan cara membenci mereka, tidak mencintai mereka, tidak duduk bersama mereka, tidak memberikan bantuan terhadap mereka, dan tidak memuji mereka.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Tiga perkara ; barangsiapa yang pada dirinya terdapat tiga perkara ini, maka dia akan mendapatkan kelazatan iman ; Allah dan RasulNya lebih dicintai daripada yang lainnya, ia mencintai seseorang hanya karena Allah dan dia benci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam neraka” [HR Bukhari dan Muslim]
“Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan tidak memberi kerana Allah, maka dia bererti telah sempurna imannya” [HR Abu Dawud]
“Barangsiapa membuat perkara yang baru atau mendukung pelaku bid’ah, maka dia terkena laknat Allah, malaikat dan seluruh manusia” [HR Bukhari dan Muslim]
Berjihad melawan orang fasik dengan lisan merupakan hak orang-orang yang memiliki ilmu dan kalangan para ulama iaitu dengan cara menegakkan hujjah dan membantah hujjah mereka, serta menjelaskan kesesatan mereka, baik dengan tulisan ataupun dengan lisan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan : “Yang membantah ahli bid’ah adalah mujahid” [Lihat Al-Fatawa 4/13]
Syaikhul Islam juga mengatakan : “Apabila seorang mubtadi menyeru kepada aqidah yang menyelisihi Al-Qur’an dan Sunnah, atau menempuh manhaj yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah, dan dikhawatirkan akan menyesatkan manusia, maka wajib untuk menjelaskan kesesatannya, sehingga orang-orang terjaga dari kesesatannya dan mereka mengetahui keadaannya” [Lihat Al-Fatawa 28/221]
Oleh karena itu, membantah ahli bid’ah dengan hujjah dan perbalahan, menjelaskan yang haq, serta menjelaskan bahaya aqidah ahli bid’ah merupakan sesuatu yang wajib untuk membersihkan ajaran Allah, agamaNya, manhajNya, syari’atNya.Berdasarkan kesepakatan kaum muslimin, menolak kejahatan dan kedustaan ahli bid’ah merupakan fardu kifayah kerana seandainya Allah tidak membangkitkan orang yang membantah mereka, tentulah agama itu akan rosak.
Ketahuilah, kerosakan yang ditimbulkan dari perbuatan mereka, lebih berbahaya daripada berkuasanya orang kafir. Ini adalah kerana kerosakan orang kafir dapat diketahui oleh setiap orang, sedangkan kerosakan pelaku bid’ah hanya diketahui oleh orang-orang alim. Adapun berjihad melawan orang fasik dengan tangan, maka ini menjadi hak bagi orang-orang yang memiliki kekuasaan atau Amirul Mukminin, iaitu dengan cara menegakkan hudud (hukuman) terhadap setiap orang yang melanggar hukum-hukum Allah dan RasulNya. Sebagaimana pernah dilakukan Abu Bakar dengan memerangi orang-orang yang menolak membayar zakat, Ali bin Abi Thalib memerangi orang-orang Khawarij dan orang-orang Syi’ah Rafidhah.
D)Jihad melawan orang-orang munafik dan kafir
Bagaimana dengan berjihad melawan orang-orang munafik dan kafir?Al-Imam Ibnu Qayyim menyatakan, jihad memerangi orang kafir adalah fardhu ‘ain ; dia berjihad dengan hatinya, atau lisannya, atau dengan hartanya, atau dengan tangnnya ; maka setiap muslim berjihad dengan salah satu di antara jenis jihad ini. [Lihat Zadul Ma’ad 3/64]
Akan tetapi, berjihad memerangi orang kafir dengan tangan hukumnya fardhu kifayah, dan tidak menjadi fardhu ‘ain, kecuali jika terpenuhi salah satu dari empat syarat berikut ini :
i)Apabila dia berada di medan pertempuran
ii)Apabila negerinya diserang musuh. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan ; “Apabila musuh telah masuk menyerang sebuah negara Islam, maka tidak diragukan lagi, wajib bagi kaum muslimin untuk mempertahankan negaranya dan setiap negara yang terdekat, kemudian yang dekat, karena negara-negara Islam adalah seperti satu negara” (Al-Ikhtiyarat : 311) Jihad ini dinamakan Jihad Difa’.
iii)Apabila diperintah oleh Imam (Amirul Mukminin) untuk berperang
iv)Apabila dibutuhkan, maka jihad menjadi wajib. [Lihat al-Mughni, Al-Majmu’, Zaadul Mustaqni]
Adapun disyariatkan jihad melawan orang kafir (dengan tangan), melalui tiga tahapan iaitu:-
i)Diizinkan bagi kaum muslimin untuk berperang dengan tanpa diwajibkan. Allah berfirman. “Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu” [Al-Hajj : 39]
ii)Perintah untuk memerangi setiap orang kafir yang memerangi kaum muslimin. Allah berfirman. “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” [Al-Baqarah : 190]
iii)Perintah untuk memerangi seluruh kaum musyrikin sehingga agama Allah tegak di muka bumi. “Dan perangilah musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi semuanya ; dan ketahuiilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa” [At-Taubah : 36]
Tahapan yang ketiga ini tidak dimansuh sehingga menjadi ketetapan wajibnya jihad sampai hari kiamat. Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata : “Marhalah (tahapan) yang ketiga ini tidak dimansuh, tetap wajib sesuai dengan kondisi kaum muslimin” [Fadlu Al-Jihad Wal Mujahidin, 2 : 440]
Demikian secara singkat hakikat jihad berserta tahapan-tahapan perintah tersebut. Semua ini harus difahami oleh kaum muslimin, sehingga dalam menetapkan jihad, sesuai dengan keadaan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Wallahu a’lam
A)Jihad melawan hawa nafsu yang meliputi empat masalah iaitu:-
i)berjihad melawan hawa nafsu dalam mencari dan mempelajari kebenaran agama yang haq.
ii)berjihad melawan hawa nafsu dalam mengamalkan ilmu yang telah didapatkan.
iii)berjihad melawan hawa nafsu dalam mendakwahkan ilmu dan agama yang haq.
iv)berjihad melawan hawa nafsu dengan bersabar dalam mencari ilmu, beramal dan dalam berdakwah.
B)Jihad melawan syaitan yang dapat dilakukan dengan dua cara:-
i)berjihad melawan syaitan dengan menolak setiap apa yang dilancarkan syaitan yang berupa syubhat dan keraguan yang dapat mencederai keimanan
ii)Berjihad melawan syaitan dengan menolak setiap apa yang dilancarkan syaitan dan keinginan-keinginan hawa nafsu yang merosak.
C)Berjihad melawan orang-orang fasik, pelaku kezaliman, pelaku bid’ah dan pelaku kemungkaran
Jihad ini meliputi tiga tahapan iaitu:-
i)dengan tangan apabila mampu.
ii)Jika tidak mampu, maka dengan lisan
iii)jika tidak mampu juga, maka dengan hati, yang setiap kaum muslimin wajib melakukannya. Yaitu dengan cara membenci mereka, tidak mencintai mereka, tidak duduk bersama mereka, tidak memberikan bantuan terhadap mereka, dan tidak memuji mereka.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Tiga perkara ; barangsiapa yang pada dirinya terdapat tiga perkara ini, maka dia akan mendapatkan kelazatan iman ; Allah dan RasulNya lebih dicintai daripada yang lainnya, ia mencintai seseorang hanya karena Allah dan dia benci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam neraka” [HR Bukhari dan Muslim]
“Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan tidak memberi kerana Allah, maka dia bererti telah sempurna imannya” [HR Abu Dawud]
“Barangsiapa membuat perkara yang baru atau mendukung pelaku bid’ah, maka dia terkena laknat Allah, malaikat dan seluruh manusia” [HR Bukhari dan Muslim]
Berjihad melawan orang fasik dengan lisan merupakan hak orang-orang yang memiliki ilmu dan kalangan para ulama iaitu dengan cara menegakkan hujjah dan membantah hujjah mereka, serta menjelaskan kesesatan mereka, baik dengan tulisan ataupun dengan lisan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan : “Yang membantah ahli bid’ah adalah mujahid” [Lihat Al-Fatawa 4/13]
Syaikhul Islam juga mengatakan : “Apabila seorang mubtadi menyeru kepada aqidah yang menyelisihi Al-Qur’an dan Sunnah, atau menempuh manhaj yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah, dan dikhawatirkan akan menyesatkan manusia, maka wajib untuk menjelaskan kesesatannya, sehingga orang-orang terjaga dari kesesatannya dan mereka mengetahui keadaannya” [Lihat Al-Fatawa 28/221]
Oleh karena itu, membantah ahli bid’ah dengan hujjah dan perbalahan, menjelaskan yang haq, serta menjelaskan bahaya aqidah ahli bid’ah merupakan sesuatu yang wajib untuk membersihkan ajaran Allah, agamaNya, manhajNya, syari’atNya.Berdasarkan kesepakatan kaum muslimin, menolak kejahatan dan kedustaan ahli bid’ah merupakan fardu kifayah kerana seandainya Allah tidak membangkitkan orang yang membantah mereka, tentulah agama itu akan rosak.
Ketahuilah, kerosakan yang ditimbulkan dari perbuatan mereka, lebih berbahaya daripada berkuasanya orang kafir. Ini adalah kerana kerosakan orang kafir dapat diketahui oleh setiap orang, sedangkan kerosakan pelaku bid’ah hanya diketahui oleh orang-orang alim. Adapun berjihad melawan orang fasik dengan tangan, maka ini menjadi hak bagi orang-orang yang memiliki kekuasaan atau Amirul Mukminin, iaitu dengan cara menegakkan hudud (hukuman) terhadap setiap orang yang melanggar hukum-hukum Allah dan RasulNya. Sebagaimana pernah dilakukan Abu Bakar dengan memerangi orang-orang yang menolak membayar zakat, Ali bin Abi Thalib memerangi orang-orang Khawarij dan orang-orang Syi’ah Rafidhah.
D)Jihad melawan orang-orang munafik dan kafir
Bagaimana dengan berjihad melawan orang-orang munafik dan kafir?Al-Imam Ibnu Qayyim menyatakan, jihad memerangi orang kafir adalah fardhu ‘ain ; dia berjihad dengan hatinya, atau lisannya, atau dengan hartanya, atau dengan tangnnya ; maka setiap muslim berjihad dengan salah satu di antara jenis jihad ini. [Lihat Zadul Ma’ad 3/64]
Akan tetapi, berjihad memerangi orang kafir dengan tangan hukumnya fardhu kifayah, dan tidak menjadi fardhu ‘ain, kecuali jika terpenuhi salah satu dari empat syarat berikut ini :
i)Apabila dia berada di medan pertempuran
ii)Apabila negerinya diserang musuh. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan ; “Apabila musuh telah masuk menyerang sebuah negara Islam, maka tidak diragukan lagi, wajib bagi kaum muslimin untuk mempertahankan negaranya dan setiap negara yang terdekat, kemudian yang dekat, karena negara-negara Islam adalah seperti satu negara” (Al-Ikhtiyarat : 311) Jihad ini dinamakan Jihad Difa’.
iii)Apabila diperintah oleh Imam (Amirul Mukminin) untuk berperang
iv)Apabila dibutuhkan, maka jihad menjadi wajib. [Lihat al-Mughni, Al-Majmu’, Zaadul Mustaqni]
Adapun disyariatkan jihad melawan orang kafir (dengan tangan), melalui tiga tahapan iaitu:-
i)Diizinkan bagi kaum muslimin untuk berperang dengan tanpa diwajibkan. Allah berfirman. “Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu” [Al-Hajj : 39]
ii)Perintah untuk memerangi setiap orang kafir yang memerangi kaum muslimin. Allah berfirman. “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” [Al-Baqarah : 190]
iii)Perintah untuk memerangi seluruh kaum musyrikin sehingga agama Allah tegak di muka bumi. “Dan perangilah musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi semuanya ; dan ketahuiilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa” [At-Taubah : 36]
Tahapan yang ketiga ini tidak dimansuh sehingga menjadi ketetapan wajibnya jihad sampai hari kiamat. Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata : “Marhalah (tahapan) yang ketiga ini tidak dimansuh, tetap wajib sesuai dengan kondisi kaum muslimin” [Fadlu Al-Jihad Wal Mujahidin, 2 : 440]
Demikian secara singkat hakikat jihad berserta tahapan-tahapan perintah tersebut. Semua ini harus difahami oleh kaum muslimin, sehingga dalam menetapkan jihad, sesuai dengan keadaan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Wallahu a’lam
Sunday, November 7, 2010
Yahudi LAKNATTULLAH
Yahudi LAKNATTULLAH
Yahudi Dalam Talmud
“Wahai anakku, hendaklah engkau lebih mengutamakan fatwa dari para Ahli Kitab (Talmud) daripada ayat-ayat Taurat.” (Erubin 2b-edisi Soncino)
“Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan suatu kejahatan, maka hendaklah ia pergi ke suatu kota di mana ia tidak dikenal orang dan lakukanlah kejahatan itu disana.” (Moed Kattan 17a)
“ Seorang Yahudi tidak wajib membayar upah kepada orang kafir yang bekerja baginya.” (Baba Kamma 37b)
“ Jika seorang Yahudi menemukan barang hilang milik orang kafir, ia tidak wajib mengembalikan kepada pemiliknya.” (Baba Kamma 113b)
“ Jika seorang Yahudi membunuh seorang Cuthea (kafir), tidak ada hukuman mati. Apa yang sudah dicuri oleh seseorang Yahudi boleh dimilikinya.” (Sanhedrin 57a)
“ Kaum kafir ada diluar perlindungan hukum, dan Tuhan membukakan wang mereka kepada Bani Israel.” (Baba Kamma 37b)
“ Orang Yahudi diperbolehkan berdusta untuk menipu orang kafir”. (Baba Kamma 113a)
“ Semua anak keturunan orang kafir tergolong sama dengan binatang.” (Yebamoth 98a)
“ Adam telah bersetubuh dengan semua binatang ketika ia berada di syurga.” (Yebamoth 63a)
“ Seorang Yahudi boleh mengahwini anak perempuan berumur 3 tahun.” (Sanhedrin 55b)
“ Seorang rabbi telah mendebat Tuhan dan mengalahkanNya. Tuhan pun mengakui bahawa rabbi itu memenangkan debat tersebut.” (Baba Mezia 59b)
“ Seorang Yahudi diwajibkan membaca doa berikut ini setiap hari: aku bersyukur ya Tuhanku karena Engkau tidak menjadikan aku seorang kafir, seorang perempuan atau seorang budak (hamba) belian.” (Menahoth 43b – 44a)
Ucapan Pemimpin-Pemimpin Yahudi
“Kita harus menyerang disemua lini (garis tengah). Tidak hanya sebatas wilayah Palestina atau wilayah Israel semata-mata. Kita harus melakukan segala upaya untuk menjamin agar mereka (pelarian Arab – Palestina) tidak akan pernah kembali (ke Palestina).” – David Ben Gurion, mantan PM Israel.
“ Luas Negara Israel tidak ditentukan. Luasnya akan disesuaikan dengan keperluan dan jumlah penduduknya.” – Chaim Weizmann, mantan Presiden Israel.
“ Luas Negara Israel adalah sejauh yang dapat dicapai oleh militer Israel.” – Golda Meir, mantan PM Israel.
“ Usir penduduk yang tidak berduit se-sen pun itu keluar perbatasan (Palestina) dengan cara menutup lapangan kerja. Kedua proses, baik meniadakan mereka dari kepemilikan mahupun pengusiran kaum melarat itu, harus dilaksanakan dengan cara yang sangat hati-hati dan kewaspadaan.” – Theodore Hertzel, pendiri Zionisme Antarabangsa.
“ Kita harus menggunakan terror, pembunuhan, intimidasi, penyitaan tanah dan pemutusan semua pelayanan sosial untuk membersihkan tanah Galilea dari penduduk Arab.” – The Koenig Memorandum 1978.
“ Orang Palestina tidak lain adalah binatang yang berjalan diatas dua kaki.” – Manachem Begin.
“Kita akan gunakan kekuatan secara maksima sehingga orang Palestina akan mendatangi kita dengan merangkak.” – Rafael Eitan, Kepala Staf Tentera Israel.
“ Tiap orang harus bergerak, berlari dan merebut puncak bukit sebanyak mungkin untuk memperluas pemukiman kerana apa yang kita rebut hari ini akan menjadi milik kita untuk selamanya. Apa yang tidak kita rebut akan menjadi milik mereka.” – Ariel Sharon, mantan PM Israel yang kini sedang koma sejak beberapa tahun.
Para Rabbi Yahudi
“Bahkan orang kafir yang baik sekalipun, seluruhnya harus dibunuh.” – Rabbi Simeon Ben Yohai.
“ Orang-orang Arab itu tidak lebih daripada anjing, sesuai ajaran Talmud.” – Rabbi Meir Kahane.
“ Satu juta nyawa orang Arab tidaklah seimbang dengan sepotong kelingking orang Yahudi.” – Rabbi Jaacov Perrin.
“ Sesungguhnya bila kita melihat orang kafir sedang terhanyut atau tenggelam disungai, kita tidak boleh menolongnya. Kalau kita melihat nyawanya sedang terancam, kita tidak boleh menyelamatkannya.” – Rabbi Moses Maimonedes.
Yahudi Dalam Talmud
“Wahai anakku, hendaklah engkau lebih mengutamakan fatwa dari para Ahli Kitab (Talmud) daripada ayat-ayat Taurat.” (Erubin 2b-edisi Soncino)
“Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan suatu kejahatan, maka hendaklah ia pergi ke suatu kota di mana ia tidak dikenal orang dan lakukanlah kejahatan itu disana.” (Moed Kattan 17a)
“ Seorang Yahudi tidak wajib membayar upah kepada orang kafir yang bekerja baginya.” (Baba Kamma 37b)
“ Jika seorang Yahudi menemukan barang hilang milik orang kafir, ia tidak wajib mengembalikan kepada pemiliknya.” (Baba Kamma 113b)
“ Jika seorang Yahudi membunuh seorang Cuthea (kafir), tidak ada hukuman mati. Apa yang sudah dicuri oleh seseorang Yahudi boleh dimilikinya.” (Sanhedrin 57a)
“ Kaum kafir ada diluar perlindungan hukum, dan Tuhan membukakan wang mereka kepada Bani Israel.” (Baba Kamma 37b)
“ Orang Yahudi diperbolehkan berdusta untuk menipu orang kafir”. (Baba Kamma 113a)
“ Semua anak keturunan orang kafir tergolong sama dengan binatang.” (Yebamoth 98a)
“ Adam telah bersetubuh dengan semua binatang ketika ia berada di syurga.” (Yebamoth 63a)
“ Seorang Yahudi boleh mengahwini anak perempuan berumur 3 tahun.” (Sanhedrin 55b)
“ Seorang rabbi telah mendebat Tuhan dan mengalahkanNya. Tuhan pun mengakui bahawa rabbi itu memenangkan debat tersebut.” (Baba Mezia 59b)
“ Seorang Yahudi diwajibkan membaca doa berikut ini setiap hari: aku bersyukur ya Tuhanku karena Engkau tidak menjadikan aku seorang kafir, seorang perempuan atau seorang budak (hamba) belian.” (Menahoth 43b – 44a)
Ucapan Pemimpin-Pemimpin Yahudi
“Kita harus menyerang disemua lini (garis tengah). Tidak hanya sebatas wilayah Palestina atau wilayah Israel semata-mata. Kita harus melakukan segala upaya untuk menjamin agar mereka (pelarian Arab – Palestina) tidak akan pernah kembali (ke Palestina).” – David Ben Gurion, mantan PM Israel.
“ Luas Negara Israel tidak ditentukan. Luasnya akan disesuaikan dengan keperluan dan jumlah penduduknya.” – Chaim Weizmann, mantan Presiden Israel.
“ Luas Negara Israel adalah sejauh yang dapat dicapai oleh militer Israel.” – Golda Meir, mantan PM Israel.
“ Usir penduduk yang tidak berduit se-sen pun itu keluar perbatasan (Palestina) dengan cara menutup lapangan kerja. Kedua proses, baik meniadakan mereka dari kepemilikan mahupun pengusiran kaum melarat itu, harus dilaksanakan dengan cara yang sangat hati-hati dan kewaspadaan.” – Theodore Hertzel, pendiri Zionisme Antarabangsa.
“ Kita harus menggunakan terror, pembunuhan, intimidasi, penyitaan tanah dan pemutusan semua pelayanan sosial untuk membersihkan tanah Galilea dari penduduk Arab.” – The Koenig Memorandum 1978.
“ Orang Palestina tidak lain adalah binatang yang berjalan diatas dua kaki.” – Manachem Begin.
“Kita akan gunakan kekuatan secara maksima sehingga orang Palestina akan mendatangi kita dengan merangkak.” – Rafael Eitan, Kepala Staf Tentera Israel.
“ Tiap orang harus bergerak, berlari dan merebut puncak bukit sebanyak mungkin untuk memperluas pemukiman kerana apa yang kita rebut hari ini akan menjadi milik kita untuk selamanya. Apa yang tidak kita rebut akan menjadi milik mereka.” – Ariel Sharon, mantan PM Israel yang kini sedang koma sejak beberapa tahun.
Para Rabbi Yahudi
“Bahkan orang kafir yang baik sekalipun, seluruhnya harus dibunuh.” – Rabbi Simeon Ben Yohai.
“ Orang-orang Arab itu tidak lebih daripada anjing, sesuai ajaran Talmud.” – Rabbi Meir Kahane.
“ Satu juta nyawa orang Arab tidaklah seimbang dengan sepotong kelingking orang Yahudi.” – Rabbi Jaacov Perrin.
“ Sesungguhnya bila kita melihat orang kafir sedang terhanyut atau tenggelam disungai, kita tidak boleh menolongnya. Kalau kita melihat nyawanya sedang terancam, kita tidak boleh menyelamatkannya.” – Rabbi Moses Maimonedes.
Thursday, October 28, 2010
Kita Bertanya Tuan Guru Dato Haron Menjawab 6?
Ditempat saya berlaku orang yang telah mati kembali semula ke rumah dan ada yang mendakwa telah bercakap dengan simati, bolehkah perkara sebegini berlaku?
Soalan
Heboh di tempat saya baru-baru ini, bahawa seorang yang mati dan dikebumikan, beberapa hari kemudian, ada orang mendakwa menemui si mati dan bercakap dengannya. Malah ada anggota keluarga si mati yang mengakui sedemikian. Ustaz, adakah hal seperti ini boleh berlaku dan adakah si mati itu, benar-benar rohnya boleh menemui keluarga mereka.
NUR AINA MUHAMAD
Senggarang, Johor
Jawapan
Pada Harakah beberapa keluaran lepas, saya telah jelaskan bahawa orang yang telah mati, ruh mereka berada dalam alam barzakh sehinggalah dibangunkan semula pada Hari Kiamat besar. Ertinya,orang-orang telah meninggal dunia, tidak mungkin kembali sebagaimana orang hidup.
Pada saya, apa yang saudari sebutkan berlaku, hal seperti ini tidak boleh dipandang ringan kerana boleh membawa kepada kerosakan, atau sekurang-kurangnya cacat akidah, tidak boleh mempercayai orang yang telah kembali ke alam kubur boleh kembali ke dunia, boleh menziarahi keluarga atau bercakap-cakap semula dengan orang yang mengenalinya.
Meskipun hal ini ada possibility, tetapi tidak mungkin berlaku dalam alam realiti. Yang mereka berjumpa itu bukan orang yang telah mati, besar kemungkinan itu adalah sejenis makhluk halus yang al-Quran mengistilahkannya sebagai Qareen.
Dalam Surah Fussilat, ayat 25 (mafhumnya),"Dan kami tetapkan bagi mereka teman-teman (Qareen) yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang di hadapan dan di belakang mereka. Dan tetaplah atas mereka keputusan (hukuman) asal, pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia bahawa sesungguhnya mereka adalah golongan yang rugi."
Ayat ini merujuk kepada adanya, makhluk halus yang dipanggil Qareen atau Quranah (jin yang menjadi sahabat baik kepada manusia).
Dalam Surah an-Nisa, ayat 38 (mafhumnya),"....Dan sesiapa yang menjadikan syaitan itu kawan setianya, maka dia mendapat kawan setia yang amat jahat."
Pada Hari Kiamat bila insan dibangkitkan, dan mendapati dirinya termasuk dalam golongan yang derhaka terhadap Allah S.W.T, mereka saling menyalahkan antara satu sama lain, terutamanya menyalahkan Qareennya (syaitan yang menjadi kawan mereka). Seperti yang disebut dalam Surah Qaaf, ayat 27 (mafhumnya),"Berkatalah (syaitan yang menjadi kawan baik manusia), 'Wahai Tuhan kami! aku tidak menzaliminya, akan tetapi dia sendirilah yang melakukan kesesatan yang amat jauh (terhadap-Mu)."
Banyak ayat-ayat yang berkenaan Qareen seperti Surah as-Saffaat (51), Surah Zukhruf (38), Surah Qaaf (23) dan ayat-ayat lain.
Qareen berbeza istilahnya daripada ifrit, jin, syaitan dan sebagainya, kerana Qareen ini dirujuk sebagai makhluk halus yang berdampingan dengan manusia sehingga menjadi kawan rapat yang boleh bantu membantu.
Malah Allah memberi penjelasan bahawa manusia berlindung dengan jin seperti disebut dalam Surah Jin ayat 6 (mafhumnya),"Dan bahawa sesungguhnya ada kalangan laki-laki manusia, berlindung dengan laki-laki daripada jin, maka bertambah-tambahlah kejahatan syaitan ke atas manusia."
Ayat ini merujuk kepada persahabatan yang begitu rapat antara manusia dengan jin, sehingga menganggap jin ada kuasa, ada kebolehan untuk melindungi manusia, mereka berlindung dengan jin, mereka tidak berlindung dengan Allah.
Ini adalah Qareen, sehingga sesudah mati manusia itu pun, jin ini boleh menyerupai seperti mereka untuk menyesatkan manusia dan mencederakan aqidah manusia, wallahu a'lam.
Soalan
Heboh di tempat saya baru-baru ini, bahawa seorang yang mati dan dikebumikan, beberapa hari kemudian, ada orang mendakwa menemui si mati dan bercakap dengannya. Malah ada anggota keluarga si mati yang mengakui sedemikian. Ustaz, adakah hal seperti ini boleh berlaku dan adakah si mati itu, benar-benar rohnya boleh menemui keluarga mereka.
NUR AINA MUHAMAD
Senggarang, Johor
Jawapan
Pada Harakah beberapa keluaran lepas, saya telah jelaskan bahawa orang yang telah mati, ruh mereka berada dalam alam barzakh sehinggalah dibangunkan semula pada Hari Kiamat besar. Ertinya,orang-orang telah meninggal dunia, tidak mungkin kembali sebagaimana orang hidup.
Pada saya, apa yang saudari sebutkan berlaku, hal seperti ini tidak boleh dipandang ringan kerana boleh membawa kepada kerosakan, atau sekurang-kurangnya cacat akidah, tidak boleh mempercayai orang yang telah kembali ke alam kubur boleh kembali ke dunia, boleh menziarahi keluarga atau bercakap-cakap semula dengan orang yang mengenalinya.
Meskipun hal ini ada possibility, tetapi tidak mungkin berlaku dalam alam realiti. Yang mereka berjumpa itu bukan orang yang telah mati, besar kemungkinan itu adalah sejenis makhluk halus yang al-Quran mengistilahkannya sebagai Qareen.
Dalam Surah Fussilat, ayat 25 (mafhumnya),"Dan kami tetapkan bagi mereka teman-teman (Qareen) yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang di hadapan dan di belakang mereka. Dan tetaplah atas mereka keputusan (hukuman) asal, pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia bahawa sesungguhnya mereka adalah golongan yang rugi."
Ayat ini merujuk kepada adanya, makhluk halus yang dipanggil Qareen atau Quranah (jin yang menjadi sahabat baik kepada manusia).
Dalam Surah an-Nisa, ayat 38 (mafhumnya),"....Dan sesiapa yang menjadikan syaitan itu kawan setianya, maka dia mendapat kawan setia yang amat jahat."
Pada Hari Kiamat bila insan dibangkitkan, dan mendapati dirinya termasuk dalam golongan yang derhaka terhadap Allah S.W.T, mereka saling menyalahkan antara satu sama lain, terutamanya menyalahkan Qareennya (syaitan yang menjadi kawan mereka). Seperti yang disebut dalam Surah Qaaf, ayat 27 (mafhumnya),"Berkatalah (syaitan yang menjadi kawan baik manusia), 'Wahai Tuhan kami! aku tidak menzaliminya, akan tetapi dia sendirilah yang melakukan kesesatan yang amat jauh (terhadap-Mu)."
Banyak ayat-ayat yang berkenaan Qareen seperti Surah as-Saffaat (51), Surah Zukhruf (38), Surah Qaaf (23) dan ayat-ayat lain.
Qareen berbeza istilahnya daripada ifrit, jin, syaitan dan sebagainya, kerana Qareen ini dirujuk sebagai makhluk halus yang berdampingan dengan manusia sehingga menjadi kawan rapat yang boleh bantu membantu.
Malah Allah memberi penjelasan bahawa manusia berlindung dengan jin seperti disebut dalam Surah Jin ayat 6 (mafhumnya),"Dan bahawa sesungguhnya ada kalangan laki-laki manusia, berlindung dengan laki-laki daripada jin, maka bertambah-tambahlah kejahatan syaitan ke atas manusia."
Ayat ini merujuk kepada persahabatan yang begitu rapat antara manusia dengan jin, sehingga menganggap jin ada kuasa, ada kebolehan untuk melindungi manusia, mereka berlindung dengan jin, mereka tidak berlindung dengan Allah.
Ini adalah Qareen, sehingga sesudah mati manusia itu pun, jin ini boleh menyerupai seperti mereka untuk menyesatkan manusia dan mencederakan aqidah manusia, wallahu a'lam.
Friday, October 22, 2010
Ikhwanul Muslimin dan Tribulasi
Ikhwanul Muslimin dan Tribulasi
30. dan ingatlah (Wahai Muhammad), ketika orang-orang kafir musyrik (Makkah) menjalankan tipu daya terhadapmu untuk menahanmu, atau membunuhmu, atau mengusirmu. mereka menjalankan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya (mereka), kerana Allah sebaik-baik Yang menggagalkan tipu daya.
Berikut adalah sebahagian daftar syuhada’ Ikhwan Muslimin hasil pengkhianatan dan jenayah golongan Nasionalis Sekular Mesir.
1) As-Syahid Hasan Al-Banna (Mursyidul Am pertama)
- lahir 14 Okt 1906 dan ditembak oleh pembunuh upahan regim Mesir tanggal 12 Feb 1949.
2) As-Syahid Abdul Qadir Audah
- lahir pada tahun 1906 dan dihukum gantung tanggal 07 Dis 1954.
3) As-Syahid Muhammad Farghali
- lahir pada tahun 1906 dan dihukum gantung tanggal 07 Dis 1954.
4) As-Syahid Yusuf Thala’at
- lahir pada bulan Ogos 1914 dan dihukum gantung tanggal 07 Dis 1954.
5) As-Syahid Mahmud Abdul Latif, Handawy Duweir dan Ibrahim At-Tayyib juga dihukum gantung pada 07 Dis 1954.
6) As-Syahid Syed Quthb
- lahir tanggal 09 Okt 1906, dipenjara selama 9 tahun ( 1955-1964 ), dibebaskan, kemudian tidak sampai setahun dipenjarakan lagi dan dihukum gantung tanggal 29 Ogos 1966.
- turut dipenjarakan pada kali ke-2 (1964) adalah adik-adiknya, Muhammad Quthb, Aminah Quthb, Hamidah Quthb dan ribuan anggota Ikhwan Muslimin yang lain.
7) As-Syahid Abdul Fatah Ismail
- dihukum gantung tanggal 29 Ogos 1966.
8) As-Syahid Muhammad Yusuf Hawwash
- dihukum gantung tanggal 29 Ogos 1966.
9) As-Syahid Muhammad Kamaludin As-Sananiri : suami kepada Aminah Quthb (adik Syed Quthb).
- lahir tanggal 11 Mac 1918 dan menghembuskan nafas terakhir setelah diseksa teruk dalam penjara Mesir tanggal 08 Nov 1981.
10) Ustazah Zainab Al-Ghazali Al-Jubaili
- lahir tanggal 02 Jan 1917 dan dipenjarakan pada umur 44 tahun (1965) dan meninggal dunia tanggal 08 Ogos 2005. ( baca: Hari-Hari Dalam Hidupku-Zainab Al-Ghazali, terbitan Pustaka Salam, Malaysia).
11) Hasan Hudhaibi (Mursyidul Am ke-2: 1949 - 1973), Umar Tilmisani (Mursyidul Am ke-3, Muhammad Hamid Abu Nasr (Mursyidul Am ke-4), Sheikh Mustafa Masyhur (Mursyidul Am ke-5) dan sekarang Ust Mehdi ‘Akef. Semua mereka ini pernah merengkok dipenjara Mesir bahkan ada yg dibunuh.
Oleh sebab itu, sesiapa yang terpilih menjadi Mursyidul Am Ikhwan, pasti mereka orang yang sudah siap mati bila-bila masa sahaja dan dimana sahaja kerana sejarah Ikhwan, tokoh-tokoh utamanya mati dibunuh.
Sehingga hari ini, ribuan anggota Ikhwan masih mendekam didalam penjara Mesir dibawah regim Husni Mubarak. Perjuangan Ikhwan sering difitnah sebagai gerakan untuk menggulingkan kerajaan. Bahkan sampai saat ini, ada yang mengaggap pimpinan dan anggota Ikhwan sebagai golongan Bughah (penderhaka kerajaan Islam) atau khawarij. Mudah-mudahan Allah memberi rahmat kepada para syuhada’ ini dan menerima perjuangan mereka. Allahu Akbar !!!
30. dan ingatlah (Wahai Muhammad), ketika orang-orang kafir musyrik (Makkah) menjalankan tipu daya terhadapmu untuk menahanmu, atau membunuhmu, atau mengusirmu. mereka menjalankan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya (mereka), kerana Allah sebaik-baik Yang menggagalkan tipu daya.
Berikut adalah sebahagian daftar syuhada’ Ikhwan Muslimin hasil pengkhianatan dan jenayah golongan Nasionalis Sekular Mesir.
1) As-Syahid Hasan Al-Banna (Mursyidul Am pertama)
- lahir 14 Okt 1906 dan ditembak oleh pembunuh upahan regim Mesir tanggal 12 Feb 1949.
2) As-Syahid Abdul Qadir Audah
- lahir pada tahun 1906 dan dihukum gantung tanggal 07 Dis 1954.
3) As-Syahid Muhammad Farghali
- lahir pada tahun 1906 dan dihukum gantung tanggal 07 Dis 1954.
4) As-Syahid Yusuf Thala’at
- lahir pada bulan Ogos 1914 dan dihukum gantung tanggal 07 Dis 1954.
5) As-Syahid Mahmud Abdul Latif, Handawy Duweir dan Ibrahim At-Tayyib juga dihukum gantung pada 07 Dis 1954.
6) As-Syahid Syed Quthb
- lahir tanggal 09 Okt 1906, dipenjara selama 9 tahun ( 1955-1964 ), dibebaskan, kemudian tidak sampai setahun dipenjarakan lagi dan dihukum gantung tanggal 29 Ogos 1966.
- turut dipenjarakan pada kali ke-2 (1964) adalah adik-adiknya, Muhammad Quthb, Aminah Quthb, Hamidah Quthb dan ribuan anggota Ikhwan Muslimin yang lain.
7) As-Syahid Abdul Fatah Ismail
- dihukum gantung tanggal 29 Ogos 1966.
8) As-Syahid Muhammad Yusuf Hawwash
- dihukum gantung tanggal 29 Ogos 1966.
9) As-Syahid Muhammad Kamaludin As-Sananiri : suami kepada Aminah Quthb (adik Syed Quthb).
- lahir tanggal 11 Mac 1918 dan menghembuskan nafas terakhir setelah diseksa teruk dalam penjara Mesir tanggal 08 Nov 1981.
10) Ustazah Zainab Al-Ghazali Al-Jubaili
- lahir tanggal 02 Jan 1917 dan dipenjarakan pada umur 44 tahun (1965) dan meninggal dunia tanggal 08 Ogos 2005. ( baca: Hari-Hari Dalam Hidupku-Zainab Al-Ghazali, terbitan Pustaka Salam, Malaysia).
11) Hasan Hudhaibi (Mursyidul Am ke-2: 1949 - 1973), Umar Tilmisani (Mursyidul Am ke-3, Muhammad Hamid Abu Nasr (Mursyidul Am ke-4), Sheikh Mustafa Masyhur (Mursyidul Am ke-5) dan sekarang Ust Mehdi ‘Akef. Semua mereka ini pernah merengkok dipenjara Mesir bahkan ada yg dibunuh.
Oleh sebab itu, sesiapa yang terpilih menjadi Mursyidul Am Ikhwan, pasti mereka orang yang sudah siap mati bila-bila masa sahaja dan dimana sahaja kerana sejarah Ikhwan, tokoh-tokoh utamanya mati dibunuh.
Sehingga hari ini, ribuan anggota Ikhwan masih mendekam didalam penjara Mesir dibawah regim Husni Mubarak. Perjuangan Ikhwan sering difitnah sebagai gerakan untuk menggulingkan kerajaan. Bahkan sampai saat ini, ada yang mengaggap pimpinan dan anggota Ikhwan sebagai golongan Bughah (penderhaka kerajaan Islam) atau khawarij. Mudah-mudahan Allah memberi rahmat kepada para syuhada’ ini dan menerima perjuangan mereka. Allahu Akbar !!!
Tuesday, October 19, 2010
Dakwah
Bilakah kali terakhir dirimu menangis mengenangkan keadaan ummah ini?
Bilakah kali terakhir dirimu melihat seorang yg melakukan maksiat secara terang-terangan, lalu timbul rasa kasihan di hatimu lantas bermunajat kepada Allah untuk dirimu dan dirinya?
Lidah kita terlalu pantas melantunkan kata-kata kesat. Tangan kita terlalu ringan memukul dan menyakitkan. Kuasa yg ada digunakan semahu-mahunya. Semuanya dihalalkan atas nama dakwah.
Mengapa?
Tidak sepatutnya wahai pendakwah! Dakwah itu terlalu suci untuk dicemari sebegini rupa.
Islam ruh dan jasad
Untuk mengislahkan ummah, kita perlu kembali kepada Islam dengan maknanya yg hakiki. Ummah tidak menyelami hakikat sebenar Islam. Para pendakwah pula muflis akhlak dan ibadah. Kitalah golongan pendakwah itu. Ibadah kita tidak disertai rasa cinta. Rukuk dan sujud semata-mata tunduk tanpa khusyuk dan tawadhu'. Puasa hanya sekadar berlapar dan dahaga. Bacaan Al-Quran tidak mengalirkan air mata.
Dengan sebab inilah Imam Ghazali mengarang kitabnya Ihya' Ulumiddin. Ummah ketika itu berhajat kepada Islam yg sebenar. Islam secara ruh dan jasad. Ketika Al-Quds berada dalam genggaman tentera Salib, umat Islam pula berada dalam keadaan lemah dan hina. Imam Ghazali sedar penyakit yg menimpa ummah lalu menyediakan rawatan melalui kitabnya, Ihya. Maka lahirlah tokoh sehebat Nuruddin Zinki dan Solahuddin Al-Ayyubi.
Pada hari ini, seorang lelaki berkata dengan penuh semangat, "Keadaan umat tidak akan berubah melainkan dengan kemunculan seorang pemimpin sehebat Solahuddin Al-Ayyubi." [1] Lalu seorang yg pakar dengan ilmu dakwah menjawab, "Kalaulah Solahuddin Al-Ayyubi muncul pada hari ini, tentu beliau akan dijual kepada musuh. Solahuddin Al-Ayyubi tidak keseorangan pada zamannya, bahkan beliau merupakan produk tarbiyyah dan produk masyarakat yg hebat. Daripada masyarakat dan persekitaran inilah, munculnya Solahuddin Al-Ayyubi!"
Masyarakat yg hebat akan melahirkan individu yg hebat. Masyarakat yg bangsat akan melahirkan individu yg bangsat. Rawati ruh kita. Kita rawati masyarakat.
Nasihat
Seorang pendakwah perlu memberi nasihat dan menerima nasihat. Hinakan diri untuk menerima nasihat hatta dari seorang gila di jalanan. Sebelum memberikan nasihat kepada orang lain, hadirkan dalam hati anda bahawa orang tersebut lebih mulia daripada anda. Susah bukan?
Bersedialah untuk sebarang kemungkinan jika dia tidak menerima nasihat anda. Jangan takut kepada celaan orang yg mencela. Dan bersungguhlah untuk menasihatinya lagi. Jangan juga membuatkan orang yg dinasihati berasa dirinya mulia. Kerana jiwa manusia kebiasaannya tidak akan menerima nasihat dalam keadaan merasakan dirinya mulia.
Secara peribadi, saya berpandangan bahawa nasihat atau teguran kepada orang yg melakukan maksiat di jalanan tidak sepatutnya dipanjang-panjangkan. Cukup dengan sekitar 30 saat dan minta izin untuk berlalu pergi. Kerana tujuan asal dia berada di situ bukan untuk mendengar tazkirah anda. Tazkirah yg berjela-jela akan menjemukan dan mengganggunya. Kecuali jika dia yg memohon penjelasan.
Namun, jika anda punya kuasa maka gunakannya bersesuaian dengan keadaannya. Jangan mengiakannya dan jangan melampaui batasnya.
Mengambil manfaat dari setiap yg berfaedah
Kebijaksanaan umpama barang yg tercicir milik orang beriman, sesiapa yg menemuinya dialah yg paling berhak. Setiap perkara yg berfaedah perlu dimanfaatkan walaupun berasal dari bukan Islam.
Pendakwah perlu tahu beza antara mengambil faedah daripada bukan Islam dan tasyabbuh dengan bukan Islam. Pendakwah perlu melihat dengan kacamata syara'. Adakah syara' memujinya atau mengejinya.
Lalu, ambillah faedah daripada bukan Islam sekadar yg diharuskan syara'. Manfaatkan setiap peluang yg melintas di hadapan! Pendapat yg mewajibkan untuk mengambil setiap amalan barat dengan alasan mereka telah mencapai kemajuan adalah pendapat yg batil. Begitu juga dengan pendapat yg mengatakan barat adalah musuh kita maka jangan manfaatkan apa-apa pun daripada mereka.
Niat ikhlas untuk menyampaikan kebaikan kepada semua
Timbul persoalan, "Adakah diri anda berasa suka untuk menyampaikan kebaikan walaupun kepada orang yg menyakiti dan mengutuk anda?" Jika jawapannya, "Ya", maka itu petanda kepada keikhlasan niat anda dalam berdakwah di jalan Allah.
"Adakah dakwah anda umum kepada semua? Atau sekadar kepada mereka yg sehaluan dengan anda?" Jika jawapannya, "Umum kepada semua", maka anda adalah pendakwah yg sebenar.
Pendakwah perlu sentiasa menghadirkan niat di dalam hati untuk menyampaikan hidayah kepada semua. Hatinya tidak boleh sunyi daripada niat ini dalam apa jua keadaannya.
Sabda Baginda, لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه "Tidak sempurna iman seseorang daripada kamu sehingga dia mengasihi saudaranya sebagaimana dia mengasihi dirinya sendiri." Riwayat Bukhari dan Muslim.
Imam Nawawi ketika mensyarahkan hadith ini berkata bahawa 'persaudaraan' dalam hadith ini bermakna persaudaraan yg umum iaitu persaudaraan kemanusiaan. Imam Nawawi berkata lagi, "Oleh sebab itu, berdoa hidayah kepada orang kafir hukumnya sunat." Beliau juga berkata, "Yang dimaksudkan dengan mengasihi (dalam hadith ini) ialah menginginkan kebaikan dan manfaat."
Tidak sibuk dengan perkara cabang
Perkara cabang atau furu' yg masih berada dalam ruang lingkup khilaf tidak seharusnya diperdebatkan. Si pendakwah perlu menghayati adab-adab dalam berkhilaf. Kaedah fiqhiyyah menyebut, "Tidak diingkari perkara yg khilaf padanya tetapi diingkari perkara yg telah diijmakkan ke atasnya."
Maka seorang pendakwah mesti membezakan antara dua kategori tersebut. Sekiranya telah diijmakkan sesuatu perkara, maka wajib diingkari perkara yg berlawanan dengan ijmak ini.
Pintu dakwah terbuka luas
Seorang pendakwah perlu tahu bahawa pintu dakwah tidak pernah tertutup. Lapangan dakwah terbentang luas. Pendakwah perlu sedar bahawa pintunya banyak dan dia boleh memasuki melalui mana-mana pintu yg sesuai dengan dirinya.
Jika di dalam penjara sekalipun, dia masih boleh berdakwah. Jika dipenjara seorang diri, maka penjaga penjara merupakan sasarannya. Jika penjaga penjara enggan berbicara dengannya, maka dakwahnya ialah melalui doanya dan melalui senyuman kepada setiap yg memandangnya. Dia hendaklah berniat bahawa keberadaannya di dalam penjara sebagai sebab hidayah kepada orang yg menzaliminya.
Tidak malu, tidak jumud dan berfikiran terbuka
Pendakwah juga tidak boleh malu dalam berdakwah. Abaikan siapa yg berada di hadapan anda. Tugas anda ialah menyampaikan kepada semua. Kawan mahupun lawan. Persetankan ejekan di sekeliling. Berpegang dengan prinsip tetapi tidaklah sehingga jumud dan berfikiran terbuka tetapi tidaklah sehingga menggadai prinsip. Keterbukaan itu hendaklah tidak melepasi orbit Islam.
Pendakwah juga hendaklah bersikap profesional dan mahir dalam menghukum sesuatu perkara. Tidak emosi dan tidak mengikut hawa nafsu.
Asal dakwah, lembut atau keras?
Sesungguhnya asalnya ialah lembut dan keras itu ialah cabangnya. Pendakwah hendaklah menggunakan kelembutan dalam ucapan dan tingkah lakunya. Digalakkan bergurau sekadarnya dan jangan bergurau kecuali dalam perkara yg benar.
Tetapi, dakwah juga berhajat kepada kekerasan dalam sesetengah keadaan. Rasulullah s.a.w. sentiasa bergaul mesra dengan Usamah bin Zaid r.a. Tetapi ketika mengetahui Usamah telah membunuh seorang musuh yg telahpun melafazkan syahadah dan beliau menggunakan alasan bahawa si musuh hanya ingin menyelamatkan diri, Baginda telah menggunakan kekerasan. Baginda berkata kepadanya, "Adakah kamu telah membelah hatinya?" Sehinggakan diketahui isi hatinya...?
Kekerasan dalam dakwah ibarat ubat bukannya makanan. Ilmu psikologi membuktikan bahawa seseorang manusia apabila kerap kali dilayan dengan keras, kasar dan denda, dia akan hilang perasaan rasa bersalah, menjadi lali atau kebal dengan nasihat dan bersikap tidak peduli.
Tetapi jika selalu dilayan dengan lembut lalu ada keadaan yg memaksa supaya dilayan dengan kekerasan, maka digunakan kekerasan, ini akan memberikan kesan yg mendalam terhadapnya. Bahkan penggunaan ubat yg berlebihan tanpa mematuhi disiplin akan mendedahkan pesakit kepada sakit yg lebih dahsyat. Apatah lagi jika pendakwah menggunakan kekerasan sebagai makanan dan bukan sebagai ubat, ini akan menambahkan lagi penyakit orang yg ingin dirawatinya. Sebahagian pula tertipu dengan menganggap kelembutan ialah kelemahan. Jauhilah anggapan keji ini.
Jangan menghina orang
Sebahagian orang yg mengaku pendakwah dikira gagal dalam gerak kerjanya apabila menganggap sebahagian orang langsung tiada manfaat dan faedah kerana sikap buruk yg diamalkannya. Bahkan orang yg mengatakan orang ini atau itu tidak berfaedah sepatutnya bimbang tentang dirinya sendiri, adakah dia seorang yg berfaedah? Adapun jika seseorang melakukan maksiat secara terang-terangan dan berbangga dengannya, maka dibenarkan untuk mengumpatnya.
Untuk perincian, beleklah Ihya Ulumiddin, Kitab Aafaat Al-Lisan. Mudah-mudahan tulisan ini dapat dijadikan pedoman untuk diri ini dan para pendakwah di luar sana.
Bilakah kali terakhir dirimu melihat seorang yg melakukan maksiat secara terang-terangan, lalu timbul rasa kasihan di hatimu lantas bermunajat kepada Allah untuk dirimu dan dirinya?
Lidah kita terlalu pantas melantunkan kata-kata kesat. Tangan kita terlalu ringan memukul dan menyakitkan. Kuasa yg ada digunakan semahu-mahunya. Semuanya dihalalkan atas nama dakwah.
Mengapa?
Tidak sepatutnya wahai pendakwah! Dakwah itu terlalu suci untuk dicemari sebegini rupa.
Islam ruh dan jasad
Untuk mengislahkan ummah, kita perlu kembali kepada Islam dengan maknanya yg hakiki. Ummah tidak menyelami hakikat sebenar Islam. Para pendakwah pula muflis akhlak dan ibadah. Kitalah golongan pendakwah itu. Ibadah kita tidak disertai rasa cinta. Rukuk dan sujud semata-mata tunduk tanpa khusyuk dan tawadhu'. Puasa hanya sekadar berlapar dan dahaga. Bacaan Al-Quran tidak mengalirkan air mata.
Dengan sebab inilah Imam Ghazali mengarang kitabnya Ihya' Ulumiddin. Ummah ketika itu berhajat kepada Islam yg sebenar. Islam secara ruh dan jasad. Ketika Al-Quds berada dalam genggaman tentera Salib, umat Islam pula berada dalam keadaan lemah dan hina. Imam Ghazali sedar penyakit yg menimpa ummah lalu menyediakan rawatan melalui kitabnya, Ihya. Maka lahirlah tokoh sehebat Nuruddin Zinki dan Solahuddin Al-Ayyubi.
Pada hari ini, seorang lelaki berkata dengan penuh semangat, "Keadaan umat tidak akan berubah melainkan dengan kemunculan seorang pemimpin sehebat Solahuddin Al-Ayyubi." [1] Lalu seorang yg pakar dengan ilmu dakwah menjawab, "Kalaulah Solahuddin Al-Ayyubi muncul pada hari ini, tentu beliau akan dijual kepada musuh. Solahuddin Al-Ayyubi tidak keseorangan pada zamannya, bahkan beliau merupakan produk tarbiyyah dan produk masyarakat yg hebat. Daripada masyarakat dan persekitaran inilah, munculnya Solahuddin Al-Ayyubi!"
Masyarakat yg hebat akan melahirkan individu yg hebat. Masyarakat yg bangsat akan melahirkan individu yg bangsat. Rawati ruh kita. Kita rawati masyarakat.
Nasihat
Seorang pendakwah perlu memberi nasihat dan menerima nasihat. Hinakan diri untuk menerima nasihat hatta dari seorang gila di jalanan. Sebelum memberikan nasihat kepada orang lain, hadirkan dalam hati anda bahawa orang tersebut lebih mulia daripada anda. Susah bukan?
Bersedialah untuk sebarang kemungkinan jika dia tidak menerima nasihat anda. Jangan takut kepada celaan orang yg mencela. Dan bersungguhlah untuk menasihatinya lagi. Jangan juga membuatkan orang yg dinasihati berasa dirinya mulia. Kerana jiwa manusia kebiasaannya tidak akan menerima nasihat dalam keadaan merasakan dirinya mulia.
Secara peribadi, saya berpandangan bahawa nasihat atau teguran kepada orang yg melakukan maksiat di jalanan tidak sepatutnya dipanjang-panjangkan. Cukup dengan sekitar 30 saat dan minta izin untuk berlalu pergi. Kerana tujuan asal dia berada di situ bukan untuk mendengar tazkirah anda. Tazkirah yg berjela-jela akan menjemukan dan mengganggunya. Kecuali jika dia yg memohon penjelasan.
Namun, jika anda punya kuasa maka gunakannya bersesuaian dengan keadaannya. Jangan mengiakannya dan jangan melampaui batasnya.
Mengambil manfaat dari setiap yg berfaedah
Kebijaksanaan umpama barang yg tercicir milik orang beriman, sesiapa yg menemuinya dialah yg paling berhak. Setiap perkara yg berfaedah perlu dimanfaatkan walaupun berasal dari bukan Islam.
Pendakwah perlu tahu beza antara mengambil faedah daripada bukan Islam dan tasyabbuh dengan bukan Islam. Pendakwah perlu melihat dengan kacamata syara'. Adakah syara' memujinya atau mengejinya.
Lalu, ambillah faedah daripada bukan Islam sekadar yg diharuskan syara'. Manfaatkan setiap peluang yg melintas di hadapan! Pendapat yg mewajibkan untuk mengambil setiap amalan barat dengan alasan mereka telah mencapai kemajuan adalah pendapat yg batil. Begitu juga dengan pendapat yg mengatakan barat adalah musuh kita maka jangan manfaatkan apa-apa pun daripada mereka.
Niat ikhlas untuk menyampaikan kebaikan kepada semua
Timbul persoalan, "Adakah diri anda berasa suka untuk menyampaikan kebaikan walaupun kepada orang yg menyakiti dan mengutuk anda?" Jika jawapannya, "Ya", maka itu petanda kepada keikhlasan niat anda dalam berdakwah di jalan Allah.
"Adakah dakwah anda umum kepada semua? Atau sekadar kepada mereka yg sehaluan dengan anda?" Jika jawapannya, "Umum kepada semua", maka anda adalah pendakwah yg sebenar.
Pendakwah perlu sentiasa menghadirkan niat di dalam hati untuk menyampaikan hidayah kepada semua. Hatinya tidak boleh sunyi daripada niat ini dalam apa jua keadaannya.
Sabda Baginda, لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه "Tidak sempurna iman seseorang daripada kamu sehingga dia mengasihi saudaranya sebagaimana dia mengasihi dirinya sendiri." Riwayat Bukhari dan Muslim.
Imam Nawawi ketika mensyarahkan hadith ini berkata bahawa 'persaudaraan' dalam hadith ini bermakna persaudaraan yg umum iaitu persaudaraan kemanusiaan. Imam Nawawi berkata lagi, "Oleh sebab itu, berdoa hidayah kepada orang kafir hukumnya sunat." Beliau juga berkata, "Yang dimaksudkan dengan mengasihi (dalam hadith ini) ialah menginginkan kebaikan dan manfaat."
Tidak sibuk dengan perkara cabang
Perkara cabang atau furu' yg masih berada dalam ruang lingkup khilaf tidak seharusnya diperdebatkan. Si pendakwah perlu menghayati adab-adab dalam berkhilaf. Kaedah fiqhiyyah menyebut, "Tidak diingkari perkara yg khilaf padanya tetapi diingkari perkara yg telah diijmakkan ke atasnya."
Maka seorang pendakwah mesti membezakan antara dua kategori tersebut. Sekiranya telah diijmakkan sesuatu perkara, maka wajib diingkari perkara yg berlawanan dengan ijmak ini.
Pintu dakwah terbuka luas
Seorang pendakwah perlu tahu bahawa pintu dakwah tidak pernah tertutup. Lapangan dakwah terbentang luas. Pendakwah perlu sedar bahawa pintunya banyak dan dia boleh memasuki melalui mana-mana pintu yg sesuai dengan dirinya.
Jika di dalam penjara sekalipun, dia masih boleh berdakwah. Jika dipenjara seorang diri, maka penjaga penjara merupakan sasarannya. Jika penjaga penjara enggan berbicara dengannya, maka dakwahnya ialah melalui doanya dan melalui senyuman kepada setiap yg memandangnya. Dia hendaklah berniat bahawa keberadaannya di dalam penjara sebagai sebab hidayah kepada orang yg menzaliminya.
Tidak malu, tidak jumud dan berfikiran terbuka
Pendakwah juga tidak boleh malu dalam berdakwah. Abaikan siapa yg berada di hadapan anda. Tugas anda ialah menyampaikan kepada semua. Kawan mahupun lawan. Persetankan ejekan di sekeliling. Berpegang dengan prinsip tetapi tidaklah sehingga jumud dan berfikiran terbuka tetapi tidaklah sehingga menggadai prinsip. Keterbukaan itu hendaklah tidak melepasi orbit Islam.
Pendakwah juga hendaklah bersikap profesional dan mahir dalam menghukum sesuatu perkara. Tidak emosi dan tidak mengikut hawa nafsu.
Asal dakwah, lembut atau keras?
Sesungguhnya asalnya ialah lembut dan keras itu ialah cabangnya. Pendakwah hendaklah menggunakan kelembutan dalam ucapan dan tingkah lakunya. Digalakkan bergurau sekadarnya dan jangan bergurau kecuali dalam perkara yg benar.
Tetapi, dakwah juga berhajat kepada kekerasan dalam sesetengah keadaan. Rasulullah s.a.w. sentiasa bergaul mesra dengan Usamah bin Zaid r.a. Tetapi ketika mengetahui Usamah telah membunuh seorang musuh yg telahpun melafazkan syahadah dan beliau menggunakan alasan bahawa si musuh hanya ingin menyelamatkan diri, Baginda telah menggunakan kekerasan. Baginda berkata kepadanya, "Adakah kamu telah membelah hatinya?" Sehinggakan diketahui isi hatinya...?
Kekerasan dalam dakwah ibarat ubat bukannya makanan. Ilmu psikologi membuktikan bahawa seseorang manusia apabila kerap kali dilayan dengan keras, kasar dan denda, dia akan hilang perasaan rasa bersalah, menjadi lali atau kebal dengan nasihat dan bersikap tidak peduli.
Tetapi jika selalu dilayan dengan lembut lalu ada keadaan yg memaksa supaya dilayan dengan kekerasan, maka digunakan kekerasan, ini akan memberikan kesan yg mendalam terhadapnya. Bahkan penggunaan ubat yg berlebihan tanpa mematuhi disiplin akan mendedahkan pesakit kepada sakit yg lebih dahsyat. Apatah lagi jika pendakwah menggunakan kekerasan sebagai makanan dan bukan sebagai ubat, ini akan menambahkan lagi penyakit orang yg ingin dirawatinya. Sebahagian pula tertipu dengan menganggap kelembutan ialah kelemahan. Jauhilah anggapan keji ini.
Jangan menghina orang
Sebahagian orang yg mengaku pendakwah dikira gagal dalam gerak kerjanya apabila menganggap sebahagian orang langsung tiada manfaat dan faedah kerana sikap buruk yg diamalkannya. Bahkan orang yg mengatakan orang ini atau itu tidak berfaedah sepatutnya bimbang tentang dirinya sendiri, adakah dia seorang yg berfaedah? Adapun jika seseorang melakukan maksiat secara terang-terangan dan berbangga dengannya, maka dibenarkan untuk mengumpatnya.
Untuk perincian, beleklah Ihya Ulumiddin, Kitab Aafaat Al-Lisan. Mudah-mudahan tulisan ini dapat dijadikan pedoman untuk diri ini dan para pendakwah di luar sana.
Saturday, October 16, 2010
Apakah Dia Kunci Syurga?
Untuk menjawab persoalan ini, mari kita ikuti satu kisah benar yang terjadi di antara seorang pemuda Muslim dan seorang paderi Katolik.
Kisah ini menyimpan banyak rahsia besar. Rahsia yang menyingkap apakah silibus yang diajar kepada setiap paderi Katolik di Vatikan. Dan apakah fungsi Al-Quran di dalam altar khas di Perpustakaan Vatikan.
Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan pengajiannya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan dia mampu mendalaminya. Selain belajar, dia juga seorang juru dakwah Islam.
Ketika berada di Amerika, dia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah s.w.t. memberinya hidayah masuk Islam.
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar dia turut masuk ke dalam gereja. Mula-mula dia keberatan, namun kerana desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.
Ketika paderi masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu, si paderi agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang Muslim. Aku harap dia keluar dari sini." Pemuda Arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Paderi tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun dia tetap tidak bergerak dari tempatnya.
Hingga akhirnya paderi itu berkata, "Aku minta dia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya." Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang paderi, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang Muslim?" Paderi itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu."
Kemudian dia beranjak hendak keluar.
Namun, paderi ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan agamanya. Pemuda Muslim itupun menerima tentangan debat tersebut.
Paderi berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silakan!"
Sang paderi pun mulai bertanya,
1.Sebutkan satu yang tiada duanya.
2.dua yang tiada tiganya.
3. tiga yang tiada empatnya.
4.empat yang tiada limanya.
5.lima yang tiada enamnya.
6.enam yang tiada tujuhnya.
7.tujuh yang tiada lapannya.
8.lapan yang tiada sembilannya.
9.sembilan yang tiada sepuluhnya.
10.sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh.
11.sebelas yang tiada dua belasnya.
12.dua belas yang tiada tiga belasnya.
13.tiga belas yang tiada empat belasnya.
14.Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh.
15.Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya.
16.Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam syurga.
17.Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya.
18.Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu.
19.Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diazab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api.
20.Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu.
21.Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar.
22.Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari.
Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah. Setelah membaca Bismillah dia berkata,
1.Satu yang tiada duanya ialah Allah s.w.t..
2.Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah s.w.t. Berfirman, "Dan Kami jadikan malam Dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)." (Al-Isra': 12).
3.Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4.Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.
5.Lima yang tiada enamnya ialah solat lima waktu.
6.Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah s.w.t. menciptakan makhluk.
7.Tujuh yang tiada lapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah s.w.t. Berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).
8.Lapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy Ar-Rahman. Allah s.w.t. Berfirman, "Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada Hari itu lapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).
9.Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu Dan belalang.
10.Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah s.w.t. Berfirman, "Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).
11.Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf.
12.Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu." Lalu memancarlah daripadanya dua belas Mata air." (Al-Baqarah: 60).
13.Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14.Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah s.w.t. berfirman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. " (At-Takwir: 18).
15.Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
16.Mereka yang berdusta namun masuk kedalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barangkami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, "tak ada cercaan terhadap kamu semua." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagi muka pada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ." (Yusuf:98)
17.Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keldai. Allah s.w.t. berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keldai." (Luqman: 19).
18.Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.
19.Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diazab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah s.w.t. berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya': 69).
20.Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diazab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashabul Kahfi (penghuni gua).
21.Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah s.w.t. "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).
22.Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.
Paderi dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda Muslim tersebut. Kemudian dia pun mula hendak pergi. Namun dia mengurungkan niatnya dan meminta kepada paderi agar menjawab satu pertanyaan saja.
Permintaan ini disetujui oleh paderi. Pemuda ini berkata, "Apakah kunci syurga itu?" mendengar pertanyaan itu lidah paderi menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Dia berusaha menyembunyikan kebimbangannya, namun tidak berhasil.
Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun dia cuba mengelak. Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya dia jawab, sementara dia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!"
Paderi tersebut berkata, "Sesungguh aku tahu jawapannya, namun aku takut kalian marah." Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda." Paderi pun berkata, "Jawapannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah."
Lantas paderi dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda Muslim yang bertakwa.
Kisah ini menyimpan banyak rahsia besar. Rahsia yang menyingkap apakah silibus yang diajar kepada setiap paderi Katolik di Vatikan. Dan apakah fungsi Al-Quran di dalam altar khas di Perpustakaan Vatikan.
Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan pengajiannya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan dia mampu mendalaminya. Selain belajar, dia juga seorang juru dakwah Islam.
Ketika berada di Amerika, dia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah s.w.t. memberinya hidayah masuk Islam.
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar dia turut masuk ke dalam gereja. Mula-mula dia keberatan, namun kerana desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.
Ketika paderi masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu, si paderi agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang Muslim. Aku harap dia keluar dari sini." Pemuda Arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Paderi tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun dia tetap tidak bergerak dari tempatnya.
Hingga akhirnya paderi itu berkata, "Aku minta dia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya." Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang paderi, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang Muslim?" Paderi itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu."
Kemudian dia beranjak hendak keluar.
Namun, paderi ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan agamanya. Pemuda Muslim itupun menerima tentangan debat tersebut.
Paderi berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silakan!"
Sang paderi pun mulai bertanya,
1.Sebutkan satu yang tiada duanya.
2.dua yang tiada tiganya.
3. tiga yang tiada empatnya.
4.empat yang tiada limanya.
5.lima yang tiada enamnya.
6.enam yang tiada tujuhnya.
7.tujuh yang tiada lapannya.
8.lapan yang tiada sembilannya.
9.sembilan yang tiada sepuluhnya.
10.sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh.
11.sebelas yang tiada dua belasnya.
12.dua belas yang tiada tiga belasnya.
13.tiga belas yang tiada empat belasnya.
14.Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh.
15.Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya.
16.Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam syurga.
17.Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya.
18.Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu.
19.Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diazab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api.
20.Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu.
21.Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar.
22.Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari.
Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah. Setelah membaca Bismillah dia berkata,
1.Satu yang tiada duanya ialah Allah s.w.t..
2.Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah s.w.t. Berfirman, "Dan Kami jadikan malam Dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)." (Al-Isra': 12).
3.Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4.Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.
5.Lima yang tiada enamnya ialah solat lima waktu.
6.Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah s.w.t. menciptakan makhluk.
7.Tujuh yang tiada lapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah s.w.t. Berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).
8.Lapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy Ar-Rahman. Allah s.w.t. Berfirman, "Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada Hari itu lapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).
9.Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu Dan belalang.
10.Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah s.w.t. Berfirman, "Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).
11.Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf.
12.Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu." Lalu memancarlah daripadanya dua belas Mata air." (Al-Baqarah: 60).
13.Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14.Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah s.w.t. berfirman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. " (At-Takwir: 18).
15.Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
16.Mereka yang berdusta namun masuk kedalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barangkami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, "tak ada cercaan terhadap kamu semua." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagi muka pada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ." (Yusuf:98)
17.Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keldai. Allah s.w.t. berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keldai." (Luqman: 19).
18.Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.
19.Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diazab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah s.w.t. berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya': 69).
20.Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diazab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashabul Kahfi (penghuni gua).
21.Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah s.w.t. "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).
22.Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.
Paderi dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda Muslim tersebut. Kemudian dia pun mula hendak pergi. Namun dia mengurungkan niatnya dan meminta kepada paderi agar menjawab satu pertanyaan saja.
Permintaan ini disetujui oleh paderi. Pemuda ini berkata, "Apakah kunci syurga itu?" mendengar pertanyaan itu lidah paderi menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Dia berusaha menyembunyikan kebimbangannya, namun tidak berhasil.
Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun dia cuba mengelak. Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya dia jawab, sementara dia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!"
Paderi tersebut berkata, "Sesungguh aku tahu jawapannya, namun aku takut kalian marah." Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda." Paderi pun berkata, "Jawapannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah."
Lantas paderi dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda Muslim yang bertakwa.
Subscribe to:
Posts (Atom)